PISANG MEMBUAT OTAK SEGAR

Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan.

Makanan ringan dari pisang sangat populer bagi masyarakat di perkotaan maupun pedesaan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang cukup populer antara lain kripik asal Lampung, sale (Bandung), molen (Bogor), dan epe (Makassar). Baca lebih lanjut

Iklan

Vitamin,Mineral dan Air

I. PENDAHULUAN

Zat makanan merupakan satuan komponen yang menyusun bahan makanan. Namun, haruslah dapat dibedakan antara zat makan dan bahan makanan tersebut. Bahan makanan dapat juga disebut komoditas pangan dalam perdagangan, ialah apa yang kita beli, kita masak, dan kita susun sebagai hidangan. Sedangkan zat makanan bahan dasar menurut ilmu gizi adalah mencakup komponen penyusun bahan makanan, antara lain adalah : karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Dalam makalah ini kelompok III akan membahas mengenai vitamin, mineral, dan air. Ketiga komponen penyusun bahan makanan tersebut memiliki jenis, fungsi, dan sumber yang berbeda. Vitamin dan mineral tidak dapat disintesa oleh tubuh. Oleh karena itu, unsur- unsur tersebut harus disediakan lewat makanan. Baca lebih lanjut

Apa itu Enterobacter sakazakii ?

Apa itu Enterobacter sakazakii ?Penyakit apa yang dapat terjadi karena bakteri tersebut?
Enterobacter sakazakii adalah termasuk bakteri sejenis Enterobacteriacea, yang terdiri dari beberapa spisis bakteri yang ditemukan dalam pencernaan manusia, hewan dan dari lingkungan. Mikroorganisme ini dapat berimplikasi kepada meningitis atau enteritis hususnya pada anak-anak.
Dalam beberapa berita dilaporkan 20% – lebih dari 50% yang terkena penyakit tersebut meninggal. Sedangkan yang dapat bertahan dari penyakit tersebut ternyata pada ahirnya terjadi komplikasi gangguan saraf. Baca lebih lanjut

GIZI DAN ADVERSITY QUOTIENT ANAK

Gizi merupakan salah satu aspek yang sangat dalam pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Pemenuhan gizi yang cukup pada anak di usia-usia awal (0-8 tahun) dapat mempengaruhi perkembangan mental, termasuk kecerdasan anak. Salah satu kecerdasan yang dapat dipengaruhi adalah kecerdasan adversity (adversity intelligence). Kecerdasan adversity merupakan sebuah bentuk kecerdasan yang memberikan ketahanan terhadap stres (daya resiliensi) tinggi, kemampuan merespon stres (coping mechanism) yang baik serta membangkitkan kemauan dan kemampuan untuk mencapai puncak prestasi. Baca lebih lanjut