ASI Ekslusif Cegah Penularan HIV ke Bayi


VHRmedia.com, Jakarta – Kemungkinan penularan human immunodeficiency virus (HIV) dari ibu ke bayi dapat diperkecil dengan memberikan air susu ibu hingga bayi berusia 6 bulan. Pemberian ASI esklusif meningkatkan kekebalan bayi dari HIV hingga 4%.

Hal tersebut diungkapkan Nigel Rollins, ahli kesehatan ibu dan anak dari Fakultas Kedokteran Nelson Mandela, Universitas Zwazulu, Afrika Selatan, di Jakarta, Kamis (8/5). Menurut Nigel, keterkaitan pemberian ASI ekslusif dengan pencegahan penularan HIV itu merupakan hasil penelitian terbaru Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang dilakukan sejak tahun 2000.

Nigel menyatakan temuan itu mengubah pendapat WHO yang semula beranggapan ibu yang positif HIV tidak boleh memberikan ASI pada bayi. Sekitar 96% hingga 98% bayi yang mendapatkan ASI ekslusif terhindar dari penularan HIV. “Kata kuncinya adalah exclusive breast feeding (hanya memberi ASI).”

Jika bayi yang belum berusia 6 bulan diberi susu formula atau makanan selain ASI, risiko tertular HIV meningkat 2 hingga 10 kali lipat. Sebab, susu formula atau makanan bayi akan merusak dinding usus bayi sehingga mempermudah HIV berkembang biak dalam tubuh bayi. “ASI melindungi usus,” ujar Nigel.

Jika kondisi ibu tidak memungkinkan memberi ASI, pemberian susu formula harus dilakukan secara benar. Misalnya, memberikan susu formula dengan keenceran yang sesuai. Menurut Nigel, bayi memang tidak tertular HIV jika tidak diberikan ASI sama sekali, namun akibat pemberian susu formula yang tidak benar. Kematian bayi terjadi karena hal lain seperti gizi buruk, pneumonia, dan mencret.

Pemberian ASI ekslusif, selain mencegah penularan HIV juga memberi harapan hidup lebih besar bagi bayi karena memperkecil resiko lain seperti gizi buruk, mencret, dan pneumonia. “Sekarang, selain pencegahan juga harus mengusahakan anak terus hidup,” kata profesor yang datang ke Indonesia diundang Departemen Kesehatan itu.

Selain pemberian ASI, Nigel juga mengingatkan pentingnya kesehatan ibu menyusui yang terjangkit HIV. Dia meminta pemerintah Indonesia memperhatikan kebersihan lingkungan ibu menyusui. Dia berharap pemerintah mengarahkan ibu menyusui untuk mengambil pilihan yang sesuai dengan kondisi dirinya dan bayi. “Kalau ibu meninggal karena tidak sehat, anak-anaknya akan terlantar,” ujarnya.

Ketua Komite Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi menyatakan saat ini terdapat 300 bayi dengan ibu menyusui yang tertular HIV. Sekitar 135 di antaranya dinyatakan positif HIV. Jumlah tersebut dapat bertambah karena masih banyak ibu dan bayi belum terdata.

Staf Pengelola Program Prevention of Mother Child HIV Transmission Depkes Muhamad Ilhamy menyatakan pemerintah telah menyusun panduan pencegahan penularan HIV dari ibu yang menyusui kepada bayinya. Namun, panduan tersebut masih berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan belum memasukkan hasil temuan baru WHO yang disampaikan Nigel Rollins.

Menurut Nigel Rollins, dalam 2 pekan ke depan penelitian tentang HIV yang kini masih dilakukan WHO akan menemukan obat yang dapat membunuh HIV. “Penelitian terus berkembang,” katanya. (E1)

%d blogger menyukai ini: