9 Poin Penting Sterilisasi Botol Susu

Vera Farah Bararah – detikHealth

img
img

(Foto: thinkstock)

Jakarta, Sterilisasi botol susu dan juga peralatan makan bayi lainnya penting dilakukan untuk mencegah kontaminasi bakteri atau kuman. Ini dia 9 hal yang harus diketahui tentang sterilisasi.

Proses sterilisasi perlu dilakukan secara teratur setiap kali botol atau alat makan tersebut digunakan. Hal ini sebaiknya dilakukan dengan benar sehingga bisa mengurangi masuknya bakteri atau kuman yang bisa mengkontaminasi notol. Jika terjadi kontaminasi bisa menyebabkan diare pada bayi. Sedangkan untuk mainan bayi umumnya cukup disiram dengan air panas.

Seperti dikutip dari Askamum.co.uk, Rabu (22/12/2010) ada 9 hal yang harus diketahui orangtua mengenai sterilisasi botol susu, yaitu:

1. Mengapa perlu sterilisasi?
Sterilisasi bisa membantu melindungi bayi dari kuman dan infeksi. Bakteri berbahaya bisa tumbuh cepat di dalam susu dan tubuh bayi yang berusia di bawah 1 tahun karena belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang optimal. Selain itu sterilisasi juga membantu mencegah kematian bayi. Meskipun tidak bisa menciptakan lingkungan yang bebas kuman 100 persen, tapi dengan sterilisasi dapat mengurangi risiko bagi bayi.

2. Perlukah sterilisasi bagi ibu yang menyusui bayinya langsung?
Jika ibu memberikan ASI tanpa menggunakan bantuan pompa payudara, maka ibu tak perlu melakukan sterilisasi. Tapi jika menggunakan pompa, maka segala peralatannya perlu disterilisasi untuk menjaga kebersihannya. Peralatan dicuci secara menyeluruh sebelum di sterilisasi, termasuk empeng bayi. Baca lebih lanjut

Iklan

PP 53 TAHUN 2010 (LAGI)

Tanggal 6 Juni 2010 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS ditetapkan, sejak saat itu pula peraturan ini berlaku. Mau tidak mau peraturan yang menggantikan PP Nomor 30 Tahun 1980 ini harus dilaksanakan meskipun petunjuk pelaksanaan sesuai yang diamanatkan belum dibuat. Ketentuan pelaksanaan ini seharusnya dibuat oleh Kepala BKN. Ditunggu hingga 4 bulan ini ternyata belum terbit.

Ada catatan singkat tentang isi PP ini. Saya mencatatnya terutama yang ada kaitannya dengan lingkungan pemerintah kabupaten karena saya bekerja di situ. Untuk urusan propinsi atau pusat, maaf saja belum ada niat untuk mengkajinya.
Baca lebih lanjut

 

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Memiliki anak berkebutuhan khusus atau anak autis memang menambah besar tanggung jawab orangtua, seperti memberikan perhatian yang khusus serta biaya yang juga ekstra. Orangtua tak perlu malu bila mempunyai anak autis.

Banyak orangtua yang merasa ketakutan anaknya akan terlahir autis. Bahkan banyak pula yang merasa malu dan akhirnya menelantarkan anaknya begitu saja atau bahkan ada yang dipasung.

Sebenarnya beberapa tanda autis bisa dideteksi mulai dari bayi lahir hingga anak berumur lima tahunan. Deteksi dini bisa mengurangi beban mental dan mempercepat penanganan anak autis. Baca lebih lanjut

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

 

img
Foto: thehealthword.com

Deskripsi
GERD adalah penyakit kronik yang bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kanker kerongkongan atau kanker lambung.

GERD terjadi karena kondisi adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan yang menyebabkan gejala yang mengganggu hingga terjadinya komplikasi. Aliran balik asam lambung ke kerongkongan tidak hanya memicu GERD. Lebih dari itu, dapat menyebabkan luka pada kerongkongan dan akhirnya memicu timbulnya kanker kerongkongan. Baca lebih lanjut

IBI Tolak Tuduhan Sebagai Agen Susu Formula

img
foto: Thinkstock

Jakarta, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menilai pemerintah kurang memikirkan pembenahan fasilitas untuk menunjang program ASI eksklusif. RPP ASI dinilai justru menggiring isu susu formula, sehingga mendiskreditkan peran bidan dalam menyukseskan program ASI eksklusif.

Ketua IBI, Dra Harni Koesno mengakui memang tidak mudah bagi para bidan untuk menyukseskan program ASI (Air Susu Ibu) eksklusif terutama di daerah-daerah pelosok. Infratruktur dan fasilitas yang kurang memadai dinilainya sebagai kendala paling utama. Baca lebih lanjut

Bidan, Perawat & Semua Tenaga Kesehatan Harus Punya Izin Praktik

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, apoteker, sanitarian, ahli gizi, petugas Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dan analis laboratorium diharuskan memiliki izin praktik mulai 2011.
Baca lebih lanjut