Mencontoh Sukses ASI dari Lalitpur India


img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Negara berkembang seperti Indonesia dan India paling banyak disuguhi iklan susu formula. Tapi ada contoh bagaimana gencarnya iklan susu formula dapat diredam dan malah meningkatkan para ibu yang mau menyusui.

Seperti yang terjadi di Lalitpur, India yang berhasil meningkatkan angka ibu menyusui bayi dan juga balitanya dengan menggunakan kekuatan komunitas lokal atau masyarakat.

Komunitas lokal ini meliputi berbagai pihak seperti tenaga kesehatan dan juga masyarakat itu sendiri. Berbagai hal bisa mempengaruhi keberhasilan seorang ibu memberikan ASI eksklusif pada anaknya, salah satunya adalah support atau dukungan yang diterima oleh si ibu.

“Kunci keberhasilan si ibu bisa menyusui dari hari ke hari adalah support atau dukungan dari orangtua, suami dan juga lingkungannya,” ujar dr Saudan Singh dari India dalam acara ‘Oneasia Breastfeeding Partner Forum 7’ di Grand Flora Hotel Kemang, Rabu (10/11/2010).

dr Saudan menuturkan kekuatan masyarakat sangat memegang peran yang penting dan juga didukung oleh mother support group, infrastruktur yang ada serta melakukan berbagai training. Dalam hal ini training telah dilakukan mulai dari tahun 2007 hingga tahun 2010.

Komunitas masyarakat ini juga memberikan edukasi mengenai antenatal bagi masyarakat seputar keuntungan menyusui, bagaimana agar ibu bisa menyusui dengan sukses, edukasi seputar inisiasi menyusu dini, membantu ibu mempelajari posisi yang baik agar menyusui menjadi lebih efektif serta memberikan kemampuan bagi ibu untuk menyiapkan makanan pendamping ASI bagi anaknya kelak.

Selain itu juga dibuatkan kartu pertumbuhan dan juga konseling mengenai proses pemberian nutrisi bagi bayi dan anak di rumah-rumah. Setelah melakukan analisis terhadap kartu pertumbuhan ini didapatkan angka yang sangat rendah untuk anak atau bayi yang mengalami kekurangan nutrisi.

“Dengan menggunakan kekuatan komunitas lokal ini didapatkan inisiasi menyusu dini dalam waku 1 jam yang sebelumnya hanya 10,9 persen di tahun 2006 menjadi 72 persen di tahun 2008, sedangkan ASI eksklusif dari 53,8 persen di tahun 2006 menjadi 85 persen di tahun 2008,” imbuhnya.

Ada berbagai hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan angka ibu menyusui selain melalui regulasi, yaitu dengan menggunakan kekuatan komunitas lokal atau masyarakat itu sendiri seperti halnya di daerah Lalitpur, India.

%d blogger menyukai ini: