Health Mapper: Solusi Praktis dan Gratis Membuat Peta


Software pembuat peta yang dikenal selama ini adalah ARC View atau ARC GIS yang sangat powerfull sebanding dengan harganya yang puluhan juta dan memiliki tingkat kesulitan yang lumayan sulit, selain itu dikenal pula sotware peta epimap dan cadcorp yang tidak begitu saya kenal keistimewaan dan keunggulannya. Tapi ada lagi lho satu software yang sangat handal untuk menyajikan data anda menjadi informasi berbasis peta yang harus anda coba dan pakai karena kemudahannya, rugi kalau anda belum mencoba software yang satu ini. (dasar tukang provokasi..)Sejak Tanggal 27 Juli hingga direncanakan besok pagi, atas undangan dan prakarssa Program KIA Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur bersama 10 kabupaten terpilih, saya mendapatkan kesempatan untuk berlatih software pemetaan yang gratis : Health Mapper yang direlease dan dikembangan oleh WHO. dan Anda pun bisa mendownload nya langsung dari website WHO, tapi disarankan anda mendapatkannya langsung dari Narasumber karena sudah dikustomisasi dengan data-data Indonesia.

Beberapa Kesitimewaan software ini antara lain :

  1. lebih sederhana daripada ARC View dan GIS, untuk membuat peta dengan 2 tahapan peta kabupaten sudah siap untuk diolah
  2. lebih berorientasi untuk mengelola data, dengan fasilitas data manager menjadi keistimewaan software ini. Dengan data manager kita akan lebih mudah menampilkan data menjadi bergaya peta yang asyik.
  3. sttuktur file nya mirip dengan simpustronik, semua data disimpan di folder data
  4. Kata mas Yopi, kalau sudah advance aplikasi ini bisa dioprek langsung dan dikoneksikan dengan aplikasi database lainnya termasuk aplikasi simpustronik yang sama-sama menggunakan microsoft acces sebagai databasenya.
  5. Anda cukup bermodalkan windows xp (1,2 juta) dan microsoft office profesional 2003 (3 juta) dan laptop atao pc kantor (yang gak usah beli tentunya tho.. ) untuk membangun informasi berbasis peta. Bandingkan dengan harga arc view yang kalo gak salah sekitar 30 jt, belum termasuk windows nya dan office.

Tak bijak dan tak ada  gading yang tak retak, disamping kemudahannya dan kelebihan software ini pun saya nilai (di amin kan juga oleh Mas Ari, Mas Yopie)  juga memiliki kekurangan, diantaranya :

  1. untuk tampilan output lebih kasar dibandingkan arcView.
  2. Untutk membuat peta dasar seperti memecah peta, menggabung peta bukan spesialisasi program ini, disarankan tetap menggunakan arc view

Overall, saya tetap memilih untuk mengoptimalkan Healthmapper untuk menampilkan data dan hanya menggunakan arc view bila terpaksa saja. Berikut adalah tampilan hasil ngoprek saya di pelatihan kemarin :

Anda Penasaran ???

%d blogger menyukai ini: