Pelatihan Konseling Menyusui


Pada Tanggal 2 – 6 Agustus Dinas Kesehatan Kab.SAmbas Sebagai Mitra Dari Wahana Visi Indonesia mengadakan Pelatihan Konseling Menyusui Yang diikuti oleh 21 peserta dari : RSUD Sambas, RSUD Pemangkat, RSS Elisabeth, RSS Amkur,Puskesmas Pemangkat,Sambas,Terigas,Sejangkung,Sebawi,Dinas Kesehatan. Fasilitator pada pelatihan ini dihadiri oleh :

1. Drg. Dedi IBCLC                  : Selasi

2. Jurianto Gambir,M-Kes  : poltekkes Pontianak

3. Henry Tri Purwati,SKM    : Dinkes Sambas

5. Nursiah Ibrahim,S.Gz       : Dinkes Propinsi

6. Indri,                                        : Poltekkes makasar

pelatihan ini mempunyai tujuan untuk :

1.Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan ketrampilan masyarakat dengan mensosialisaikan kepada pengambil keputusan, baik di pemerintah, badan international, tenaga kesehatan, serta siapapun yang berminat membantu ibu menyusui UNTUK MENOLONG, MENDUKUNG, MELINDUNGI MENYUSUI.

2.Membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya ASI sebagai satu-satunya makanan yang diperlukan oleh bayi usia 0-6 bulan atau Menyusui Eksklusif.
Tetap memberi ASI setelah 6 bulan ditambah makanan pendamping ASI dari makanan keluarga yang tepat waktu serta kualitas dan kuantitasnya.

3.Tenaga Kesehatan lebih memahami konsep pemberian makan bayi dan anak dengan tepat.

4.Tersosialisasinya Kebijakan Nasional dan Internasional mengenai pemberian makanan untuk bayi dan anak.

Dengan program pelatihan konselor dan fasilitator laktasi, lembaga penyelenggara dapat:

1.Memotivasi para tenaga pelayanan kesehatan ibu dan bayi, semua kalangan yang peduli terhadap ASI, serta pemegang kebijakan yang terkait untuk merancang aksi ke depan agar kegiatan ini terus berlangsung sesuai sasaran, dengan sasaran akhir adalah kenaikan keberhasilan angka menyusui eksklusif regional maupun nasional
.
2.Meningkatkan peserta tentang tatalaksana menyusui.

3.Meningkatkan kemampuan peserta dalam hal konseling menyusui serta keterampilan dalam berkomunikasi, khususnya komunikasi dalam memberi layanan masyarakat baik.

4.Memiliki tenaga profesional pembantu ibu menyusui dengan kemampuan konseling, khususnya konseling menyusui yang tersebar di pelosok daerah, dalam jangkauan interaksi langsung dengan masyarakat yang memerlukan dukungan kesehatan profesional.

5.Peserta yang telah dilatih menjadi konselor laktasi, berperan secara langsung dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, mulai sejak awal kehidupannya.

%d blogger menyukai ini: